Saat membuat program, terkadang kita ingin program melakukan sesuatu hanya ketika kondisi tertentu terpenuhi.
Misalnya, program menampilkan “Anda lulus” jika nilai lebih dari atau sama dengan 75, tetapi menampilkan “Anda tidak lulus” jika nilainya kurang dari 75.
Untuk membuat program seperti itu, Python menyediakan kondisi if, else, dan elif.
Kondisi ini merupakan bagian penting dalam belajar Python karena hampir setiap program akan membutuhkan pengambilan keputusan.
Dengan percabangan, program tidak hanya menjalankan perintah secara berurutan, tetapi dapat menentukan tindakan berdasarkan kondisi tertentu.
Apa Itu Kondisi If pada Python?
if digunakan untuk menjalankan kode ketika sebuah kondisi bernilai benar atau True.
Bentuk sederhananya seperti ini:
if kondisi:
# kode yang dijalankan
Contoh:
umur = 20
if umur >= 18:
print("Anda sudah dewasa")
Hasilnya:
Anda sudah dewasa
Mengapa pesan tersebut muncul? Karena nilai umur adalah 20 dan kondisi umur >= 18 bernilai True.
Jika nilainya tidak memenuhi kondisi, Python tidak akan menjalankan kode di dalam if.
Contohnya:
umur = 15
if umur >= 18:
print("Anda sudah dewasa")
Pada contoh tersebut tidak ada output karena kondisi umur >= 18 bernilai False.
Baca juga: Mulai Belajar Python: Memahami Variabel dan Tipe Data dari Nol
Menggunakan If Else
Jika Anda ingin memberikan pilihan ketika kondisi benar dan ketika kondisi salah, gunakan if else.
Strukturnya:
if kondisi:
# dijalankan jika True
else:
# dijalankan jika False
Contohnya:
nilai = 70
if nilai >= 75:
print("Anda lulus")
else:
print("Anda tidak lulus")
Hasilnya:
Anda tidak lulus
Karena nilai 70 tidak memenuhi kondisi nilai >= 75, Python akan menjalankan kode yang terdapat di dalam else.
Contoh lain yang lebih sederhana:
saldo = 50000
if saldo >= 100000:
print("Anda dapat membeli barang")
else:
print("Saldo Anda tidak cukup")
Dengan if else, program selalu memiliki pilihan ketika kondisi utama bernilai benar atau salah.
Menggunakan Elif untuk Banyak Kondisi
Bagaimana jika Anda memiliki lebih dari dua kondisi?
Misalnya, Anda ingin menentukan predikat berdasarkan nilai. Untuk kondisi seperti ini, Anda dapat menggunakan elif.
elif merupakan singkatan dari else if dan digunakan untuk memeriksa kondisi berikutnya jika kondisi sebelumnya tidak terpenuhi.
Contohnya:
nilai = 85
if nilai >= 90:
print("Predikat A")
elif nilai >= 80:
print("Predikat B")
elif nilai >= 70:
print("Predikat C")
else:
print("Predikat D")
Hasilnya:
Predikat B
Python akan memeriksa kondisi dari atas ke bawah. Karena nilai 85 tidak memenuhi nilai >= 90, Python melanjutkan ke kondisi berikutnya.
Kondisi nilai >= 80 bernilai True, sehingga Python menjalankan print("Predikat B") dan tidak melanjutkan ke kondisi berikutnya.
Baca juga: Operator pada Python: Mengenal Jenis dan Cara Menggunakannya
Menggunakan Operator Logika pada If
Kondisi if juga dapat digabungkan menggunakan operator logika seperti and dan or.
Misalnya, sebuah program ingin memastikan seseorang sudah cukup umur dan memiliki kartu identitas:
umur = 20
punya_kartu = True
if umur >= 18 and punya_kartu:
print("Data memenuhi syarat")
else:
print("Data belum memenuhi syarat")
Hasilnya:
Data memenuhi syarat
Operator and berarti kedua kondisi harus benar.
Sementara itu, or digunakan ketika salah satu kondisi saja sudah cukup.
hari = "Minggu"
if hari == "Sabtu" or hari == "Minggu":
print("Hari libur")
else:
print("Hari kerja")
Hasilnya:
Hari libur
Contoh If Else dalam Program Sederhana
Sekarang mari membuat contoh yang sedikit lebih nyata. Misalnya, Anda ingin membuat program sederhana untuk menentukan apakah seseorang mendapatkan diskon.
total_belanja = 150000
if total_belanja >= 100000:
diskon = 20000
print("Anda mendapatkan diskon")
else:
diskon = 0
print("Anda belum mendapatkan diskon")
total_bayar = total_belanja - diskon
print("Total bayar:", total_bayar)
Hasilnya:
Anda mendapatkan diskon
Total bayar: 130000
Pada contoh tersebut, if digunakan untuk memeriksa total belanja. Jika nilainya mencapai 100.000 atau lebih, program memberikan diskon sebesar 20.000.
Match Case pada Python
Selain if, elif, dan else, Python versi 3.10 atau yang lebih baru juga memiliki match-case. Fitur ini dapat digunakan ketika Anda ingin mencocokkan sebuah nilai dengan beberapa pilihan.
Contohnya:
hari = "Minggu"
match hari:
case "Senin":
print("Hari kerja")
case "Sabtu":
print("Akhir pekan")
case "Minggu":
print("Hari libur")
case _:
print("Hari tidak dikenal")
Hasilnya:
Hari libur
Untuk Anda yang baru belajar Python, tidak perlu terburu-buru mempelajari match-case. Pahami terlebih dahulu if, elif, dan else karena ketiganya merupakan dasar penting dalam percabangan Python.

Kesimpulan
Kondisi if else Python digunakan untuk membuat program mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu.
if digunakan ketika kondisi bernilai benar, else digunakan sebagai pilihan ketika kondisi salah, sedangkan elif digunakan untuk memeriksa kondisi tambahan.
Anda dapat menggabungkan kondisi tersebut dengan operator perbandingan dan operator logika untuk membuat program yang lebih fleksibel.
Sebagai pemula, cobalah membuat latihan sederhana seperti menentukan kelulusan, mengecek umur, menentukan diskon, atau menentukan apakah sebuah angka genap dan ganjil.
Semakin sering Anda mencoba membuat percabangan sendiri, semakin mudah Anda memahami bagaimana Python mengambil keputusan dalam sebuah program.