Apakah DA dan DR Website Benar-Benar Mempengaruhi Ranking Google? Ini Jawabannya

DA dan DR website

Kalau Anda sering membaca tentang SEO, kemungkinan besar Anda pernah mendengar istilah Domain Authority (DA) dan Domain Rating (DR).

Keduanya sering dipakai untuk melihat seberapa kuat sebuah website, terutama dari sisi backlink.

Tidak sedikit pemilik website yang kemudian berpikir, semakin tinggi DA atau DR, semakin mudah website tersebut mendapatkan posisi bagus di Google.

Tapi apakah benar Google menggunakan DA dan DR sebagai salah satu faktor untuk menentukan ranking?

Jawabannya tidak. Google tidak menggunakan skor DA atau DR secara langsung untuk menentukan posisi sebuah halaman di hasil pencarian.

DA dan DR merupakan metrik yang dibuat oleh perusahaan SEO, bukan skor resmi dari Google.

Lalu, apa sebenarnya DA dan DR itu dan mengapa banyak orang SEO tetap memperhatikannya?

Apa Itu Domain Authority (DA)?

Domain Authority atau DA adalah skor yang dikembangkan oleh Moz untuk memperkirakan kekuatan sebuah domain dalam hasil pencarian.

Skornya berada pada rentang 0 sampai 100. Semakin tinggi nilainya, biasanya semakin kuat profil backlink sebuah website menurut perhitungan Moz.

Namun, penting untuk dipahami bahwa DA bukan nilai yang diberikan Google.

Artinya, jika sebuah website memiliki DA 70, bukan berarti Google menganggap website tersebut memiliki nilai 70.

Baca juga: Disavow Backlink, Solusi atau Justru Bisa Merugikan Pemilik Website?

Google tidak memiliki sistem penilaian DA seperti yang Anda lihat di tools SEO.

DA lebih tepat digunakan sebagai metrik pembanding. Misalnya, Anda ingin melihat kekuatan website sendiri dibandingkan dengan website kompetitor.

Lalu, Apa Itu Domain Rating (DR)?

Kalau DA berasal dari Moz, Domain Rating atau DR merupakan metrik milik Ahrefs.

DR digunakan untuk melihat kekuatan profil backlink sebuah website dibandingkan dengan website lain yang ada dalam database Ahrefs. Nilainya juga menggunakan skala 0 sampai 100.

DR terutama melihat beberapa hal yang berhubungan dengan backlink, seperti jumlah website yang memberikan backlink dan kekuatan domain yang memberikan backlink tersebut.

Menariknya, DR menggunakan skala logaritmik. Jadi, meningkatkan DR dari 10 ke 20 tidak sama mudahnya dengan meningkatkan DR dari 70 ke 80. Semakin tinggi nilainya, biasanya semakin sulit untuk mendapatkan tambahan skor.

Apa Hubungan DA dan DR dengan SEO?

DA dan DR sebenarnya cukup berguna dalam SEO, tetapi jangan menganggap keduanya sebagai ranking factor Google.

Sederhananya, DA dan DR bisa membantu Anda melihat seberapa kuat profil backlink sebuah website.

Misalnya, Anda memiliki website dengan DR 15 dan kompetitor memiliki DR 50.

Angka tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa kompetitor memiliki profil backlink yang lebih kuat menurut data Ahrefs.

Namun, bukan berarti kompetitor pasti selalu berada di atas Anda di Google.

Google tidak hanya melihat kekuatan domain. Google memberikan ranking pada halaman, bukan sekadar memberikan ranking berdasarkan skor sebuah domain.

Kualitas dan relevansi konten, backlink ke halaman tersebut, serta berbagai sinyal lainnya tetap berperan dalam SEO.

Jadi, Apakah DA dan DR Mempengaruhi Ranking Google?

Secara langsung, tidak.

Sumber lain: https://www.seroundtable.com/google-no-website-authority-score-22874.html

DA dan DR

Ahrefs sendiri menjelaskan bahwa tidak ada bukti mesin pencari menggunakan Domain Rating atau skor serupa seperti Domain Authority sebagai ranking factor.

John Mueller dari Google juga pernah menjelaskan bahwa Google tidak memiliki sesuatu seperti skor “website authority”.

Jadi, jangan sampai berpikir seperti ini:

“DR website saya masih 10, berarti artikel saya tidak mungkin ranking.”

Pemikiran tersebut kurang tepat.

Website dengan DR rendah tetap bisa mendapatkan posisi bagus di Google jika halaman yang dibuat mampu menjawab kebutuhan pencarian dengan baik dan memiliki faktor pendukung lainnya.

Sebaliknya, website dengan DR tinggi juga tidak otomatis mendapatkan posisi pertama.

Kenapa Website dengan DR Tinggi Sering Terlihat Lebih Mudah Ranking?

Di sinilah bagian yang sering membuat orang salah memahami hubungan antara DR dan ranking Google.

DR memang bukan faktor ranking, tetapi website dengan DR tinggi biasanya memiliki profil backlink yang kuat.

Backlink tersebut dapat membantu halaman-halaman di dalam website mendapatkan kekuatan melalui internal linking.

Contohnya, sebuah website sudah memiliki banyak halaman yang mendapatkan backlink dari website lain.

Baca juga: Kesalahan SEO yang Masih Sering Dilakukan: Keyword Stuffing!

Ketika website tersebut membuat artikel baru, artikel baru itu bisa mendapatkan internal link dari halaman-halaman yang sudah kuat.

Akibatnya, halaman baru tersebut bisa memiliki keuntungan dibandingkan website yang belum memiliki struktur backlink dan internal link sekuat itu.

Jadi, yang terjadi bukan “Google melihat DR 70 lalu memberikan ranking lebih tinggi”, melainkan website dengan profil backlink yang kuat memiliki aset SEO yang dapat membantu halaman-halamannya.

Apakah Harus Mengejar DA dan DR?

Tidak ada salahnya memperhatikan DA atau DR, tetapi jangan menjadikannya sebagai tujuan utama SEO.

Jika tujuan Anda adalah mendapatkan traffic dari Google, lebih baik fokus pada hal-hal yang benar-benar membantu website berkembang, seperti:

  • Membuat konten yang bermanfaat dan relevan.
  • Menargetkan keyword yang sesuai dengan topik website.
  • Mendapatkan backlink berkualitas.
  • Membangun internal linking yang baik.
  • Membuat halaman yang mudah digunakan.
  • Memperhatikan kebutuhan dan maksud pencarian pengguna.

Jika Anda melakukan hal-hal tersebut dengan baik, peningkatan DA atau DR bisa menjadi hasil sampingannya, bukan target utamanya. Ahrefs juga menyarankan agar pemilik website fokus membangun backlink berkualitas ke halaman yang memang ingin mendapatkan ranking, bukan sekadar mengejar kenaikan DR.

Kesimpulan

DA dan DR memang berguna dalam SEO, tetapi keduanya bukan faktor ranking Google.

DA dari Moz dan DR dari Ahrefs merupakan metrik yang dibuat untuk membantu kita memperkirakan kekuatan sebuah website, terutama berdasarkan profil backlink.

Jadi, jika DA atau DR website Anda masih rendah, jangan langsung menganggap website tersebut tidak bisa bersaing di Google.

Daripada sibuk mengejar angka DA atau DR, lebih baik fokus membangun konten yang berkualitas, backlink yang relevan, dan struktur internal link yang baik.

Anggap saja DA dan DR sebagai alat untuk membaca kondisi website, bukan sebagai nilai yang harus dikejar agar Google mau memberikan ranking.

Previous Article

5 Library Python Terbaik untuk Data Science

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *