Address

Perm. Handayani, Jl. Handayani, Pekanbaru, Riau

Contact

Jenis-jenis Font untuk Desain – Font menjadi salah satu element penting di setiap unsur desain. Baik itu untuk desain grafis, desain website dan lain sebagainya. Banyak juga dari desain logo hanya menggunakan font saja. Saat ini font memiliki banyak jenis, banyak situs web menyediakan jenis font dengan banyak variasi. Anda dapat menemukan jenis font melalui situs penyedia font resmi seperti google font, dafont dan masih banyak lagi.

Sebelu mmebahas jenis font yang banyak digunakan untuk kebutuhan desaian, ada baiknya Anda harus mengetahui sejarah dari font itu sendiri. Istilah atau kata Font berasal dari salah satu kata dalam bahasa perancis kuno. Makna dari font sendiri adalah “meleleh”, ini merujuk pada sistem pembuatan font pada masa itu menggunaka bahan logam cair dan di cetak menjadi karakter.

Penemuan itu akhirnya digunakan untuk mencetak huruf-huruf di kertas. Sesuai dengan perkembangan zaman, font saat ini tidak menggunakan bahan logam cair lagi. Melainkan menggunakan teknologi modern seperti komputer. Dahulu font hanya dapat dibuat oleh mereka yang memiliki modal besar. Namun, saat ini Anda sendiri jgua dapat membuat font sendiri menggunakan banyak software pembuat font.

Baca juga: Situs Web Penyedia Font Gratis

Jenis-jenis Font

Dalam desain, font dapat di kelompokkan dalam beberapa jenis. Berikut ini jenis-jenis font yang sering dipakai dalam desain:

Serif (Berkaki)

Font Serif, memiliki ciri khas sendiri seperti memiliki garis kecil tambahan di setiap sudut akhir hurufnya. Ini terlihat seperti kaki atau penopang dari huruf tersebut. Untuk penamaan serif sendiri menggunakan bahasa Belanda, Schreef yang berarti goresan pena atau garis. Banyak juga pengguna atau pengamat font menyebutnya serif memiliki ekor.

jenis-jenis font desain

Adobe sendiri pernah mengeluarkan penjelasan bahwa asal-usul dari font ini belum jelas, dan terpengaruh dari penulisan menggunakan kuas. Huruf serif masuk kategori font profesional dan formal. Ini terlihat semakin klasik dan memiliki kesan atau filosofi klasik.

Banyak perusahaan menggunakan huruf serif sebagai identitas dari brand atau produknya. Sebagai contoh, majalah Time.co menggunakan font serif sebagai identitasnya. Selain itu serif juga memiliki kelebihan untuk mudah dibaca dengan jelas. Ada beberapa font masuk dalam jenis huruf ini, berikut font yang masuk kategori serif:

  • Times New Roman (TNR)
  • Georgia
  • Roboto Serif
  • Noto Serif
  • Source Serif Pro
  • Perpetua
  • DM Serif
  • Bree Serif
  • dan masih banyak lagi

Sans-Serif

Pada huruf ini tidak jauh berbeda dengan jenis font serif, hanya saja pada font ini tidak memiliki kaki, ekor ataupun penyangga. Hanya itu saja yang membedakan antara serif dan sans-serif. Dengan tampilan yang kasual, font ini tetap menjadi font yang mudah untuk dibaca dan terlihat formal. Biasanya pada sebauh desain web font ini sering dikombinasikan dengan font serif. Berikut huruf yang masuk dalam font sans-serif :

  • Roboto
  • Helvetica
  • Verdana
  • Lucida Sans
  • Open Sans
  • Lato
  • Monserrat
  • Poppins
  • Oswald
  • Noto Sans
  • dan masih banyak lainnya, cek di Google Fonts

Script (Tulisan Tangan)

Bisa dikatakan jenis font satu ini sangat jarang Anda dengar, terutama untuk desain web jarang sekali menggunakan jenis font ini. Sementara untuk desain grafis masih cukup sering untuk kita lihat. Jenis huruf ini identik dengan bentuk tulisan tangan, bentuk tulisannya seperti tulisan manual yang dibuat dengan tangan.

Font script paling banyak digunakan pada desain-desain undangan, sertifikat, sampul album musik atau lagu, dan desain-desai kaos sablon. Berikut ini jenis font yang msuk kategori jenis font script:

  • Vivaldi
  • Segoe Script
  • Lucida Handwriting
  • Hello
  • Austein
  • Dancing Script
  • Oleo Script

Fanci/comic

Untuk jenis font ini tentunya sudah tidak asing, dengan hanya melihat bentuk huruf saja tentunya Anda sudah dapat menebak ini jenis font apa. Ya, jenis font yang kita bicarakan kali ini adalah Fanci atau comic. Huruf ini memiliki ciri khas dengan bentuk huruf yang biasa kita lihat di buku komik. Tujuan pembuatan font ini adalah menyesuaikan dengan segmentasi pembacanya yang kebanyakan dari kalangan anak muda.

Karakteristik font ini adalah ramah, friendly, dan mudah untuk dibaca. Jika Anda memiliki desain komik, memang harus menggunakan jenis fotn ini untuk pelengkap kebutuhan desain komik. Untuk font yang masuk kategori fanci/comic sebagai berikut:

  • Badaboom
  • Bouncy
  • Janda Manatee
  • Komika Axis
  • Adia

Monospaced

Ketika Anda melihat font ini, sama dengan font comic/fancy tadi pasti langsung bisa menyebutkan jenis font tersebut. Ya, monospaced ini sering kita ketahui sebagai font dengan ciri khas seperti bentuk ketikan mesin ketik. Sangat jarang sekali font ini digunakan pada kebutuhan formal, jika memang ada permintaan untuk membuat tampilan tulisan mesin ketik baru digunakan.

Font ini sedikit kurang proposional karena semua karakter menempati ukyuran dan ruang yang sama. Jika Anda ingin mencoba menggunakan font ini untuk kebutuhan desain juga tidak ada asalahnya. Semua kreasi ada pada Anda. Untuk jenis huruf yang masuk kategori Monospaced seperti:

  • Oxygen Mono
  • Roboto Mono
  • Source Code Pro
  • IBM Plex Mono
  • PT Mono
  • Courier Prime
  • Syne Mono

Blackletter/Gothic

Font ini sering dikaitkan dengan Inggris, mengapa demikian? karena font ini memiliki nama blackletter atau Old English. Huruf ini sering kita temukan pada karya tulis lama di Inggris. Jika kita perhatikan, huruf ini memiliki ciri khas unik yaitu seolah memiliki ornamen atau aksesoris pelengkap pada setiap hurufnya seperti topi dan bulu khas pada topi kerajaan.

Terlalu rumit untuk sebuah desain jika menggunakan font ini. Adapun font yang masuk kategori blackletter/gothic seperti berikut ini:

  • Old London
  • Chomsky
  • The Centurion
  • English Towne

Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis font desain, Anda dapat menemukan font ini pada situs web yang menyediakan font secara gratis. Jika Anda memiliki jenis font lain, ajukan pada kolom komentar setelah pemabahasan ini ya. Semoga bermanfaat dan terimakasih. 🙂


administrator

Eko Pramono lebih akrab disapa Pram, seorang web developer, suka nulis, suka ngegame, dan suka turing. Bekerja di salah satu perusahaan Digital Marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.