Anda ingin atau sudah pakai layanan hosting?, kemungkinan besar sudah familiar dengan cPanel.
Nah, di balik cPanel sebenarnya ada “otaknya” yang biasa dipakai oleh admin server atau penyedia hosting, namanya WHM (Web Hosting Manager).
WHM bukan untuk pengguna website biasa, tapi untuk orang yang mengelola server atau banyak akun hosting sekaligus.
Di artikel ini kita bahas tuntas: apa itu WHM, fungsinya, bedanya dengan cPanel, cara akses WHM, sampai contoh penggunaannya di dunia nyata.
WHM hanya dapat diakses bagi pengguna VPS
Apa Itu WHM (Web Hosting Manager)?
WHM adalah kontrol panel untuk mengelola server hosting. Kalau cPanel dipakai oleh pemilik website, WHM dipakai oleh administrator server atau reseller hosting.
Apa saja yang bisa Anda lakukan jika menggunakan WHM? simak detailnya di bawah ini:
- Membuat akun hosting baru
- Mengatur resource server (CPU, RAM, disk)
- Mengelola domain dan subdomain
- Mengatur paket hosting (hosting package)
- Monitoring performa server
- Mengelola keamanan server
Biasanya WHM digunakan di server berbasis Linux, terutama yang menggunakan sistem panel dari cPanel, L.L.C..
Fungsi WHM Secara Umum
Biar makin kebayang tentang WHM, ini beberapa fungsi utama WHM:
- Pengelolaan Akun Hosting
Anda bisa bikin, suspend, unsuspend, sampai hapus akun hosting user lain. - Manajemen Resource Server
Mengatur limit disk space, bandwidth, hingga penggunaan CPU untuk tiap akun. Misal, akun A kebutuhannya hanya 1 GB, akun B hanya 5 GB itu dapat Anda tentukan sesuka hati. - Pengaturan Paket Hosting
Misalnya paket “Basic”, “Premium”, dll. Tinggal set sekali, lalu bisa dipakai berulang. - Monitoring Server
Cek status server, beban CPU, RAM, dan layanan seperti Apache, MySQL, email, dll. - Keamanan Server
Konfigurasi firewall, two-factor authentication, dan pengaturan keamanan lainnya. Tau gak? WHM itu lebih aman loh!
Baca juga: Cara Backup Website di cPanel. Panduan Lengkap untuk Pemula!
Bedanya WHM vs cPanel (Biar Nggak Ketuker)
Banyak pemula yang bingung bedain WHM dan cPanel. Singkatnya:
| Aspek | WHM | cPanel |
|---|---|---|
| Pengguna | Admin server / reseller | Pemilik website |
| Fungsi utama | Kelola server & akun hosting | Kelola website & email |
| Akses | Level admin | Level user |
| Bisa buat akun? | Ya | Tidak |
| Kelola resource? | Ya | Terbatas |
Kalau dianalogikan:
- WHM itu seperti pengelola apartemen
- cPanel itu seperti penghuni apartemen
Penghuni bisa ngatur isi kamar, tapi pengelola yang ngatur seluruh gedungnya.
Gimana Cara Akses WHM?
Gak jauh berbeda dengan mengakses cPanel pada umumnya, WHM juga dapat diakses menggunakan domain atau IP yang terdaftar.
Biasanya WHM diakses lewat browser dengan format URL seperti:
https://alamat-domain-atau-IP:2087
atau
https://alamat-domain-atau-IP/whm
Langkah Umum Login WHM:
- Buka browser
- Masukkan URL WHM
- Login pakai username & password root / reseller
- Dashboard WHM akan muncul

Kalau Anda pakai VPS atau dedicated server, login WHM biasanya diberikan oleh provider hosting. Contoh provider hosting yang menyediakan WHM: Niagahoster, Hostinger, dan Rumahweb.
Kapan Harus Pakai WHM?
Jika Anda salah satu dari list berikut ini, maka sudah saatnya beralih ke WHM.
- Pemilik bisnis hosting (reseller hosting)
- Web developer yang mengelola banyak website klien
- Admin IT perusahaan untuk server internal
- Agency digital yang punya banyak website klien
Misalnya punya 20 klien website. Daripada login cPanel satu per satu, cukup pakai saja WHM untuk membuatkan akun hosting masing-masing klien, atur kapasitasnya, dan kelola semuanya dari satu dashboard.
Kelebihan dan Kekurangan WHM
Sampai sini sudah paham dan terlihat jelas kan mengenai WHM? Selanjutnya, ketahui kelebihan dan kekurangannya dari Web Hosting Manager ya,
Baca juga: Terbaru! Cara Install SSL Gratis di cPanel
Kelebihan:
- Bisa kelola banyak akun sekaligus
- Kontrol server lebih fleksibel
- Cocok untuk skala bisnis
- Terintegrasi langsung dengan cPanel
Kekurangan:
- Tidak cocok untuk pemula atau sekedar coba-coba
- Butuh VPS atau dedicated server
- Berbayar (lisensi WHM/cPanel)
- Salah setting bisa berdampak ke seluruh server, down berjamaah.
Kesimpulan
WHM (Web Hosting Manager) adalah panel kontrol khusus untuk admin server dan reseller hosting. Fungsinya jauh lebih luas dibanding cPanel karena WHM mengatur “mesin”-nya, bukan hanya websitenya.
Kalau kamu serius mengelola banyak website atau ingin jualan hosting, WHM adalah tools yang wajib kamu pahami.