Selama bertahun-tahun, Sitelinks Search Box menjadi salah satu structured data atau data terstruktur yang banyak direkomendasikan dalam praktik SEO.
Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan pencarian langsung di dalam website melalui hasil pencarian Google.
Namun, sejak akhir tahun 2024, Google resmi menghentikan fitur tersebut. Hal ini membuat banyak pemilik website bertanya sampai saat ini, apakah Sitelinks Search Box masih perlu dipasang?
Pada artikel ini, Anda akan memahami apa itu Sitelinks Search Box, cara membuatnya, hingga apakah masih layak digunakan untuk optimasi SEO saat ini.
Apa Itu Sitelinks Search Box?
Sitelinks Search Box adalah kotak pencarian yang dahulu muncul tepat di bawah hasil pencarian sebuah website di Google.

Melalui kotak ini, pengguna dapat mencari konten di dalam website tanpa harus membuka halaman utamanya terlebih dahulu.
Sebagai contoh, ketika seseorang mengetik nama sebuah website di Google, terkadang akan muncul kolom pencarian tambahan di bawah hasil tersebut.
Pengguna cukup mengetik kata kunci, lalu Google akan mengarahkan pencarian ke halaman yang relevan di website tersebut.
Baca juga: Membuat FAQ Schema Otomatis di WordPress
Fitur ini diperkenalkan Google sekitar tahun 2014 dan banyak digunakan oleh website besar yang memiliki ribuan halaman, seperti toko online, portal berita, atau dokumentasi.
Agar Google dapat menampilkan fitur tersebut, pemilik website perlu menambahkan structured data menggunakan tipe WebSite dan SearchAction dalam format JSON-LD.
Cara Membuat Sitelinks Search Box
Sebelum Google menghentikan fitur ini, proses pembuatannya cukup sederhana.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Menambahkan data terstruktur
WebSite. - Menentukan URL website.
- Menambahkan objek
SearchAction. - Mengisi URL halaman pencarian website.
- Memasang kode JSON-LD pada bagian
<head>.
Contoh:
<script type="application/ld+json">
{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "WebSite",
"@id": "https://prameko.com/#website",
"url": "https://prameko.com/",
"name": "Prameko",
"description": "Blog seputar WordPress, SEO, Elementor, Web Development, dan Digital Marketing.",
"inLanguage": "id-ID",
"potentialAction": {
"@type": "SearchAction",
"target": "https://prameko.com/?s={search_term_string}",
"query-input": "required name=search_term_string"
}
}
</script>
Contoh struktur sederhananya seperti berikut:
- URL Website
- URL halaman pencarian
- Parameter pencarian
Setelah dipasang, Google akan membaca structured data tersebut ketika melakukan crawling. Apabila memenuhi syarat, Google dapat menampilkan kotak pencarian langsung di hasil pencarian.
Namun perlu dipahami bahwa sejak awal Google juga tidak pernah menjamin fitur ini pasti muncul. Semua keputusan tetap berada di sisi Google.
Mengapa Banyak Website Menggunakannya?

Sitelinks Search Box memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Mempermudah pengunjung mencari informasi.
- Mempercepat akses ke halaman tertentu.
- Memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
- Membuat hasil pencarian terlihat lebih menarik.
Karena alasan tersebut, hampir semua panduan SEO beberapa tahun lalu selalu menyarankan pemasangan structured data ini.
Google Resmi Menghapus Sitelinks Search Box
Pada Oktober 2024, Google mengumumkan bahwa Sitelinks Search Box akan dihentikan mulai 21 November 2024 di seluruh dunia. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena penggunaan fitur tersebut terus menurun sehingga Google ingin menyederhanakan tampilan hasil pencarian.
Perubahan ini berlaku untuk semua negara dan semua bahasa.
Google juga menjelaskan beberapa hal penting:
- Tidak memengaruhi peringkat SEO.
- Tidak memengaruhi sitelinks biasa.
- Laporan Rich Results untuk fitur ini di Search Console akan dihapus.
- Markup Sitelinks Search Box tidak lagi digunakan Google.
Artinya, meskipun kode masih ada di website Anda, Google sudah tidak akan menampilkan kotak pencarian tersebut di hasil pencarian.
Apakah Kode Sitelinks Search Box Harus Dihapus?
Jawabannya adalah tidak wajib.
Menurut Google, Anda boleh menghapus structured data tersebut, tetapi jika dibiarkan juga tidak akan menimbulkan masalah pada website maupun Search Console.
Data terstruktur yang sudah tidak didukung tidak dianggap sebagai kesalahan.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Markup WebSite masih digunakan Google untuk mendukung informasi lain, seperti nama website.
Jadi, jika ingin menghapus Sitelinks Search Box, pastikan Anda tidak menghapus bagian WebSite yang masih didukung.
Jadi, Masih Perlukah Sitelinks Search Box untuk SEO?
Jika pertanyaannya adalah apakah masih perlu dipasang untuk mendapatkan kotak pencarian di Google?, maka jawabannya tidak.
Google sudah tidak lagi menampilkan fitur tersebut sehingga memasang markup baru tidak akan memberikan manfaat SEO.
Namun jika pertanyaannya apakah perlu menghapus kode lama?, jawabannya tidak harus. Selama tidak mengganggu struktur data lainnya, Anda bisa membiarkannya tetap ada.
Saat ini akan lebih baik jika Anda mengalihkan fokus optimasi SEO ke hal-hal yang benar-benar memberikan dampak, seperti:
- Membuat struktur navigasi website yang jelas.
- Memperbaiki internal linking atau tautan internal.
- Mengoptimalkan kecepatan website.
- Menambahkan structured data yang masih didukung, seperti
Article,Breadcrumb,FAQ,Organization, atauProduct. - Membuat konten yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
Strategi tersebut jauh lebih berpengaruh terhadap performa website dibanding mempertahankan markup yang sudah tidak digunakan Google.
Kesimpulan
Sitelinks Search Box pernah menjadi salah satu fitur SEO yang cukup populer karena memungkinkan pengguna melakukan pencarian langsung di dalam website melalui hasil pencarian Google.
Untuk mengaktifkannya, pemilik website harus menambahkan structured data WebSite dan SearchAction.
Namun, sejak 21 November 2024, Google resmi menghentikan fitur tersebut secara global karena tingkat penggunaannya terus menurun.
Sumber: https://developers.google.com/search/blog/2024/10/sitelinks-search-box?hl=id
Keputusan ini tidak memengaruhi peringkat SEO, sitelinks biasa, maupun performa website.
Jadi, jika Anda masih memiliki markup Sitelinks Search Box di website, tidak perlu terburu-buru menghapusnya.
Sebaliknya, jika Anda baru ingin memasangnya dengan harapan mendapatkan kotak pencarian di Google, hal tersebut sudah tidak lagi diperlukan.
Fokuskan waktu dan tenaga Anda pada strategi SEO yang masih relevan dan memberikan dampak nyata terhadap visibilitas website.