Kecepatan website menjadi salah satu faktor penting dalam pengalaman pengguna dan juga SEO.
Website yang lambat tidak hanya membuat pengunjung pergi begitu saja, tetapi juga bisa menurunkan peringkat di mesin pencari.
Salah satu teknik optimasi yang cukup populer dan efektif adalah lazy load gambar. Teknik ini banyak digunakan terutama pada website dengan banyak menggunakan media gambar seperti blog, toko online, atau portfolio.
Apa Itu Lazy Load?
Lazy load adalah teknik pemuatan konten (biasanya gambar, video, atau iframe) hanya ketika dibutuhkan, yaitu saat elemen tersebut mendekati area tampilan (viewport) pengguna.
Artinya, gambar yang berada di bawah (di luar layar) tidak akan langsung dimuat saat halaman dibuka.
Dengan cara ini, halaman awal akan lebih ringan dan cepat dimuat karena hanya memuat konten yang terlihat terlebih dahulu.
Alasan Harus Pakai Lazy Load
Ada beberapa alasan dan tentunya ini akan berkaitan dengan keuntungan pakai lazy load gambar di website.
Keuntungan
1. Meningkatkan Kecepatan Website
Karena hanya sebagian konten yang dimuat di awal, waktu loading menjadi jauh lebih cepat.
2. Menghemat Bandwidth
Pengguna tidak langsung mengunduh semua gambar, terutama jika mereka tidak scroll sampai bawah. Selain itu juga dapat menghemat kuota kan.
3. Meningkatkan SEO
Kecepatan website adalah salah satu faktor ranking di Google. Lazy load membantu mempercepat load time, yang berdampak positif pada SEO.
4. Pengalaman Pengguna Lebih Baik
Pengguna bisa langsung melihat konten utama tanpa menunggu semua gambar dimuat.
Kerugian
1. Tidak Cocok untuk Semua Kasus
Jika tidak diterapkan dengan benar, lazy load bisa menyebabkan gambar tidak muncul atau terlambat tampil.
2. Masalah SEO (Jika Salah Implementasi)
Crawler mesin pencari mungkin tidak membaca gambar jika lazy load tidak menggunakan teknik yang SEO-friendly.
3. Ketergantungan pada JavaScript
Sebagian metode lazy load membutuhkan JavaScript, yang bisa menjadi masalah jika script error.
Implementasi Lazy Load pada Gambar
Ada beberapa cara untuk menerapkan lazy load pada gambar, ini tergantung dari CMS dan bahasa pemrograman yang dipakai.
1. Menggunakan HTML Native Lazy Loading
Cara paling sederhana adalah menggunakan atribut loading="lazy":
<img src="gambar.jpg" loading="lazy" alt="contoh gambar">
Ini adalah cara modern yang didukung oleh banyak browser seperti Chrome dan Edge.
2. Menggunakan JavaScript
Jika ingin kontrol lebih lanjut, tanpa harus menambahkan tag loading, Anda bisa menggunakan JavaScript:
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function () {
let images = document.querySelectorAll("img[data-src]");
const lazyLoad = (target) => {
const io = new IntersectionObserver((entries, observer) => {
entries.forEach(entry => {
if (entry.isIntersecting) {
const img = entry.target;
img.src = img.dataset.src;
observer.disconnect();
}
});
});
io.observe(target);
};
images.forEach(lazyLoad);
});
Plugin Lazy Load WordPress
Jika menggunakan CMS WordPress, ada banyak plugin yang bisa membantu tanpa coding. Cukup install dan penyesuaian sedikit, langsung dapat digunakan.
1. WP Rocket
Plugin premium yang tidak hanya menyediakan lazy load, tetapi juga optimasi performa lainnya. Sayangnya untuk dapat menggunakan fitur lazy load, perlu melakukan berlangganan setiap bulan atau tahunnya.
2. Smush
Selain kompresi gambar, plugin ini juga memiliki fitur lazy load.
3. Rocket LazyLoad (By WP Rocket)

Berdasarkan dokumentasi plugin memiliki fitur unggulan seperti:
- Lazy load untuk gambar, iframe, dan video
- Bisa mengganti YouTube embed jadi thumbnail preview (ini sangat hemat load)
- Support thumbnail, avatar, widget
- Bisa lazy load background image
- Tidak menggunakan jQuery (lebih ringan)
- Script sangat kecil (< 10KB)
4. a3 Lazy Load

Plugin ringan dan mudah digunakan, cocok untuk pemula. Sudah ada sektiar 10.000 pengguna aktif menggunakan plugin ini.
Tips dan Trik Lazy Load
Agar hasilnya maksimal, berikut beberapa tips penting:
1. Gunakan Placeholder atau Blur Effect
Agar tampilan tidak kosong saat loading, gunakan efek blur atau placeholder.
2. Jangan Lazy Load Gambar di Atas (Above the Fold)
Gambar utama di bagian atas sebaiknya tetap dimuat langsung agar tidak mengganggu user experience.
3. Kombinasikan dengan Kompresi Gambar
Lazy load saja tidak cukup—pastikan ukuran gambar sudah dioptimasi.
4. Gunakan CDN
Content Delivery Network membantu mempercepat pengiriman gambar ke pengguna.
5. Tes Kecepatan Website
Gunakan tools seperti PageSpeed Insights atau GTmetrix untuk melihat dampak lazy load.
Kesimpulan
Lazy load adalah teknik sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan performa website.
Dengan menunda pemuatan gambar hingga diperlukan, Anda bisa mempercepat loading halaman, menghemat bandwidth, dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Namun, pastikan penerapannya dilakukan dengan benar agar tidak berdampak negatif pada SEO atau tampilan website.
Jika menggunakan WordPress, plugin bisa menjadi solusi praktis tanpa perlu coding.
Dengan kombinasi lazy load, optimasi gambar, dan strategi performa lainnya, website Anda bisa menjadi jauh lebih cepat dan optimal.