Saat sedang mengedit foto, mengunggah gambar ke website, atau mengirim file ke teman, mungkin Anda pernah melihat dua jenis ekstensi gambar yang sangat mirip: .jpg dan .jpeg.
Karena namanya berbeda, tidak sedikit orang yang mengira keduanya adalah format gambar yang berbeda.
Bahkan, ada yang bertanya apakah JPEG memiliki kualitas lebih baik dibanding JPG, atau sebaliknya.
Kalau Anda juga pernah penasaran, tenang saja. Jawabannya sebenarnya cukup sederhana: JPG dan JPEG adalah format yang sama.
Tidak ada perbedaan kualitas, fitur, maupun cara kerjanya. Lalu kenapa namanya bisa berbeda? Mari, kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu JPEG?
JPEG adalah singkatan dari Joint Photographic Experts Group, yaitu tim yang mengembangkan standar format gambar ini.
Format JPEG dibuat untuk menyimpan foto dan gambar dengan ukuran file yang lebih kecil tanpa mengurangi kualitas secara drastis.
Baca juga: Apa itu SVG? Perbandingan, Kekurangan dan Kelebihan
Karena itulah JPEG menjadi salah satu format gambar paling populer di dunia dan digunakan hampir di semua perangkat, mulai dari smartphone, kamera digital, laptop, hingga website.
Kalau Anda mengambil foto menggunakan kamera atau ponsel, kemungkinan besar hasilnya akan tersimpan dalam format JPEG.
Jadi, Apa Itu JPG?
Sederhananya, JPG hanyalah versi pendek dari JPEG.
Pada zaman sistem operasi Windows lama, nama ekstensi file hanya boleh terdiri dari tiga huruf. Karena ekstensi “.jpeg” memiliki empat huruf, akhirnya disingkat menjadi “.jpg”.
Sementara itu, sistem operasi lain seperti Mac dan Linux tetap menggunakan “.jpeg” karena tidak memiliki batasan tersebut.
Seiring perkembangan teknologi, batasan ini sudah tidak ada lagi. Namun, penggunaan ekstensi JPG tetap bertahan karena sudah terlanjur umum digunakan.
Itulah alasan kenapa sampai sekarang kita masih menemukan kedua ekstensi tersebut.
Apakah JPG dan JPEG Punya Perbedaan Kualitas?
Jawabannya: tidak sama sekali.
File dengan ekstensi .jpg dan .jpeg menggunakan metode kompresi yang sama. Kualitas gambar, ukuran file, hingga cara membukanya juga sama.
Sebagai contoh:
- foto-keluarga.jpg
- foto-keluarga.jpeg
Jika kedua file tersebut berasal dari gambar yang sama, hasilnya akan identik. Tidak ada yang lebih tajam, lebih jernih, atau lebih ringan hanya karena menggunakan ekstensi yang berbeda.
Jadi, kalau ada yang mengatakan JPEG lebih bagus daripada JPG, itu hanyalah mitos yang masih sering beredar.
Baca juga: Cara Upload File SVG di WordPress
Kenapa Format JPEG Sangat Populer?
Ada alasan mengapa format ini masih menjadi pilihan utama hingga sekarang.
Ukuran File Lebih Ringan
JPEG menggunakan teknologi kompresi yang membuat ukuran file menjadi jauh lebih kecil dibanding beberapa format gambar lainnya.
Ini sangat membantu ketika Anda ingin menyimpan banyak foto tanpa cepat memenuhi ruang penyimpanan.
Cocok untuk Website
Pemilik website dan blogger sangat menyukai JPEG karena ukuran filenya yang ringan membantu halaman website menjadi lebih cepat dimuat.
Semakin cepat website terbuka, semakin nyaman pula pengalaman pengunjung.
Mudah Dibagikan
Karena ukurannya relatif kecil, gambar JPEG lebih mudah dikirim melalui email, WhatsApp, atau media sosial tanpa memakan banyak kuota internet.
Didukung Hampir Semua Perangkat
Mulai dari Windows, macOS, Android, iPhone, hingga berbagai aplikasi desain seperti Photoshop dan Canva, semuanya mendukung format JPEG.
Kelebihan JPEG/JPG
Beberapa keunggulan yang membuat format ini tetap menjadi favorit banyak orang antara lain:
- Ukuran file lebih kecil.
- Cocok untuk foto dengan banyak warna dan detail.
- Bisa dibuka di hampir semua perangkat.
- Proses upload dan download lebih cepat.
- Ideal untuk kebutuhan website dan media sosial.
Kekurangan JPEG/JPG
Meski populer, format ini juga punya beberapa keterbatasan.
Tidak Mendukung Background Transparan
Kalau Anda ingin membuat logo atau gambar dengan latar belakang transparan, JPEG bukan pilihan yang tepat. Untuk kebutuhan tersebut, format PNG biasanya lebih cocok.
Kualitas Bisa Berkurang Setelah Diedit Berkali-kali
Setiap kali gambar JPEG diedit lalu disimpan ulang, kualitasnya bisa sedikit menurun. Jika dilakukan berulang kali, penurunan kualitas akan mulai terlihat.
Kurang Cocok untuk Logo dan Ikon
Untuk desain yang berisi teks, garis tegas, atau ilustrasi sederhana, format PNG atau SVG biasanya memberikan hasil yang lebih baik.
Kapan Sebaiknya Menggunakan JPEG?
Format JPEG sangat cocok digunakan untuk:
- Foto produk toko online.
- Gambar artikel blog.
- Galeri foto website.
- Foto hasil kamera atau smartphone.
- Konten media sosial.
- Dokumentasi kegiatan atau acara.
Jika tujuan Anda adalah menampilkan foto dengan ukuran file yang ringan, JPEG hampir selalu menjadi pilihan yang tepat.
Kesimpulan
Meskipun terlihat berbeda, JPG dan JPEG sebenarnya adalah format gambar yang sama.
Perbedaan namanya hanya berasal dari keterbatasan sistem operasi Windows pada masa lalu yang mengharuskan ekstensi file menggunakan tiga huruf.
Dari segi kualitas, ukuran file, hingga cara kerjanya, tidak ada perbedaan antara JPG dan JPEG. Jadi, Anda tidak perlu bingung ketika menemukan kedua ekstensi tersebut.
Singkatnya, jika suatu saat Anda melihat file dengan format .jpg atau .jpeg, anggap saja keduanya adalah “saudara kembar” yang hanya berbeda nama, tetapi memiliki kemampuan yang sama.