Address

Perm. Handayani, Jl. Handayani, Pekanbaru, Riau

Contact

Saat ini banyak tersedia layanan web server, seperti Apache, Nginx, IIS, Lighttpd. Namun ada dua layanan web server yang terkenal saat ini yaitu Apache dan Nginx. Keduanya sama-sama memiliki dan menawarkan fitur yang cukup canggih.

Untuk Anda sebai pemula, dan baru pertama kali ingin menggunakan layanan hosting atau web server mungkin sering menemukan hanya ada dua layanan atau satu layanan web server saja di beberapa penyedia hosting. Lalu, apa perbedaan dan keunggulan dari kedua web server populer tersebut? dan manakah yang lebih cocok untuk digunakan sebagai seorang pemula.

Apa itu Web Server?

Sebelum masuk pada pembahasan inti, ada baiknya Anda mengetahui dahulu apa itu web server. Web server adalah sebuah software atau perangkat lunak yang memberikan fasilitas berupa data berada pada server. Web server berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari web browser, lalu mengirimkan respin atas permintaan tersebut kepada pengguna dalam bentuk halaman web.

Tidak hanya dalam bentuk halaman web, web server juga memiliki peran lain dalam memproses berbagai macam dan jenis data. Data tersebut seperti dokumen (word, pdf, excel, txt dan lain-lain), video (mp4, webp, flv dan lain-lain), foto/gambar (jpeg, png, svg, dan lain-lain), dan beberapa berkas lainnya.

Apache vs Nginx

Seperti yang sudah disebutkan pada penjelasan diatas, web server memiliki banyak jenisnya. Kali ini saya akan membahas hanya dua saja, mengapa demikian? kedua web server ini sangat populer dan umum digunakan di Indonesia. Berikut perbandingan, perbedaan dan keunggulan dari kedua web server ini:

Apache

Apache merupakan web server yang sangat populer dan paling banyak digunakan saat ini. Pada saat pertama apache di perkenalkan, apache hanya untuk mendukung penuh sistem operasi UNIX. UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer melalui Project Multics pada tahun 1965 oleh American Telephone and Telegraph (AT&T), General Electric (GE) dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Sejak tahun 1999 apache dikembangkan di bawah Apache Software Foundation.

apache web server

Web server Apache adalah web server open source yang mampu digunakan pada lintas sistem operasi seperti Linux, Ubuntu dan CentOS 7. Tujuan utama Apache diciptakan adalah menyediakan layanan web server yang aman, stabil dan fleksibel. Sayangnya server dengan jenis ini membutuhkan lebih banyak recourse atau kapasitas yang cukup besar karena sistem kerja yang cukup berat.

Apache memiliki beberapa program pendukung, seperti mendukung bahasa pemograman PHP, SSI (Server Side Include), dan Access Control. Saat ini Apache dikategorikan sebagai web server yang aman dan mudah untuk digunakan. Proses instalasi yang mudah, freeware, dan konfigurasi yang mudah. Selain itu web server jenis ini mampu bekerja pada sistem operasi open dan close source.

Nginx

Web server Nginx, bagaimana Anda membaca Nginx? Nging atau ada yang lain? sampaikan itu pada kolom komentar setelah pembahasan artikel ini ya. Nginx merupakan pesaing berat web server apache. Web server ini dapat melayani semua permintaan pada saat terjadi lalu lintas yang padat. Web server ini mengutamakan kualitas, kecepatan dan performanya.

Dari tahun 2002 Nginx mulai dikembangkan ketika kebutuhan server ingin meningkatkan jumlah kemampuan permintaan per server. Pengguna nginx setiap tahun semakin meningkat ada sekitar 400juta website yang menggunakan web server nginx.

Keunggulan Apache vs Nginx

Berikut beberapa keunggulan melalui komparasi antara keduanya, sebagai berikut beberapa keunggulannya:

Popularitas

Semakin populer sebuah web server itu menunjukkan banyaknya yang menggunakan dan mengakui kehebatannya. Jika di lihat dari segi popularitas, keduanya punya tingkat yang sama. Keduanya sama-samam memiliki komunitas yang cukup besar juga.

Traffic

Keunggulan apache pada penangan traffic dengan menggunakan metode MPM (Multi Processing Modules). Apache memberikan fasilitas mekanisme berbeda yang ini dapat Anda pilih seperti:

  • mpm_prefork – hanya bisa menangani satu request. Jika ada traffic dalam jumlah besar, kemampuan server untuk menangani traffic tersebut menjadi menurun.
  • mpm_worker – pada metode ini multi-threed sehingga bisa menangani lebih dari satu request saja secara bersamaan. Saya menyarankan jika Anda memiliki jumlah traffic yang sangat tinggi, silahkan pilih metode maknisme ini.
  • mpm_event – bersifat multi-threed, setiap threed memiliki threed pendukung. Pada metode mpm ini memiliki tingkat kemampuan dan efisiensi tertinggi.

Konfigurasi

Untuk hal konfigurasi tentu keduanya memiliki perbedaan dalam konfigurasi pada direktori. Pada web server Apache konfigurasi tanpa merubah konfigurasi utama pada server. Biasanya semua konfigurasi letak pada file .htaccess. Ini menjadi keuntungan bagi Anda yang menggunakan CMS untuk dapat menyesuaikan kondisi server dengan kebutuhan website.

Sedangkan untuk web server Nginx tidak menyediakan fasilitas atau akses konfigurasi tambahan di direktori. Jika Anda membutuhkan akses atau melakukan konfigurasi harus melibatkan perubahan konfigurasi pada server utama pula. Ini menimbulkan resiko jika semuanya harus melakukan konfigurasi langsung pada server utama, hati-hati!.

Dari sisi keamanan tentunya Nginx menjadi terdepan, konfigurasi harus melalui server utama ini mengurangi resiko celah keamanan. Selain itu request dapat terpenuhi lebih cepat tanpa melalui proses dan konfigurasi tambahan di file .htaccess.

Keamanan

Kedua webs server ini memiliki kemampuan dalam keamanan yang sangat baik. Semua tim yang terlibat dapat pembangunan security secara teratur meng-update security patch untuk mencegah beberapa serangan hacker seperti serangan yang menggunakan teknik DDos Attack.

Dengan adanya permasalahan dalam keamanan, komunitas secara rutin langsung melaporkan dan seluruh tim yang bekerja segera merespon dan mengecek serta mengatasinya dengan cepat.

Bingung pilih yang mana?

Tidak perlu bingung jika Anda memilih diantara keduanya, silahkan pilih sesuai kebutuahan Anda. Anda sendiri yang mengetahui kemampuan website Anda, jika memiliki pengunjung atau traffic tinggi silahkan pilih web server Nginx. Website yang memerlukan kustomisasi banyak dan sering ini lebih ideal menggunakan Apache. Jika dilihat dari segi harga, keduanya relatif terjangkau dan nyaris tidak ada perbedaan, tergantung dari penyedia layanan tersebut.

Demikianlah pembahasan mengenai web server apache nginx, semoga bermanfaat dan terimakasih. 🙂


administrator

Eko Pramono lebih akrab disapa Pram, seorang web developer, suka nulis, suka ngegame, dan suka turing. Bekerja di salah satu perusahaan Digital Marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.